Sabtu, 28 Mei 2011

Komponen Proses Belajar Mengajar

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Biologi yang dibimbing oleh Bapak Drs. Muh. Muttaqin


Disusun Oleh:
Nur Euis Istiqomah
208 203 952


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2010

KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Puji syukur kehadirat Allah swt. Salawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad saw, yang telah membawa kita kepada gerbang keselamatan. Kami membuat makalah ini bertujuan agar pembaca semua bisa memahami materi yang akan kami tuangkan dalam sebuah laporan hasil observasi, yang membahas tentang “Komponen Proses Belajar Mengajar”.
Semoga apa yang telah kami lakukan bisa bermanfaat umumnya bagi pembaca khususnya bagi kami sebagai penulis, dan tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memebantu kami dalam penyusunan laporan ini.
Laporan ini kami buat dengan semaksimal mungkin, dan apabila dalam pembuatan laporan ini ada kekeliruan, kami mohon pembaca dapat memakluminya dan semoga untuk kedepannya kami bisa lebih baik dalam pembuatan laporan-laporan yang lainnya. Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.


Bandung, Mei 2010


Penulis

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Penyusunan program pembelajaran akan bermuara pada persiapan mengajar, sebagai produk program pembelajaran jangka pendek yang mencakup komponen kegiatan belajar dan proses pelaksanaan program.
Cynthia dalam Mulyasa (2004:82) mengemukakan bahwa, proses pembelajaran yang dimulai dengan fase persiapan mengajar ketika kompetensi dan metodologi telah diidentifikasi, akan membantu guru dalam mengorganisasikan materi standar serta mengantisipasi peserta didik dan masalah-masalah yang mungkin timbul dalam pembelajaran. Sebaliknya, tanpa persiapan mengajar, seorang guru akan mengalami hambatan dalam proses pembelajaran yang dilakukannya. Hal ini senada juga dikemukakan oleh Joseph dan Leonard (1982:20) bahwa: “Teaching without adequate written planning is sloppy and almost always ineffective, because the teacher has not thought out exactly what to do and how to do it.”
Secara eksplisit dapat dipahami bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku. Banyak teori belajar menurut literatur psikologi, yang mana teori itu bersumber dari teori atau aliran-aliran psikologi. Tiap teori mempunyai dasar tertentu. Secara garis besar dikenal ada tiga rumpun besar teori belajar menurut pandangan psikologi, yaitu teori disiplin mental, teori behaviorisme, dan teori cognitive gestalt.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar?
2. Bagaimana merencanakan pengorganisasian bahan pembelajaran?
3. Bagaimana merencanakan pengelolaan kelas?
4. Bagaimana merencanakan penggunaan alat dan media pembelajaran?
5. Bagaimana merencanakan penilaian prestasi siswa untuk kepentingan pembelajaran?
KOMPONEN PROSES BELAJAR MENGAJAR (PBM)

a. Merencanakan Pengelolaan Kegiatan Belajar Mengajar
Perencanaan merupakan suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tesebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Perencanaan pengelolaan kegiatan belajar mengajar adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan berjalan dengan baik disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang ditetapkan.
Perencanaan pengelolaan kegiatan belajar mengajar adalah langkah awal dari suatu manajemen pengajaran yang berisi kebijakan strategi tentang pelaksanaan pengajaran yang akan dilakukan dalam rencana pembelajaran selalu terdapat komponen yang saling berkaitan (tujuan, metode, bahan, teknik media, alat evaluasi dan penjadualan setiap langkah kegiatan).
1. Merumuskan
Dari hasil observasi yang kami lakukan, dalam butir ini hanya terdapat empat syarat yang dipenuhi yaitu:
 Kompetensi Dasar sesuai dengan Standar Kompetensi
 Jumlah Indikator Tujuan Belajar lengkap
 Rumusan Indikator Tujuan Belajar jelas (tidak menimbulkan tafsiran ganda)
 Rumusan Indikator Tujuan Belajar (subyek, tingkah laku yang dapat diukur, kondisi pencapaian dan criteria pencapaian).
Sementara indicator tujuan belajar yang berurut dari mudah kepada sukar dalam rumusan Indikator Tujuan Belajar tidak Nampak (titak tercapai).

2. Menentukan Metode Pembelajaran
Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan tercantum lebih dari dua metode pembelajaran yang relevan dengan Indikator Tujuan Belajar dan bahan. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan metode pemahaman dan penalaran (al-ma’rifah wa al nazhariyah).
 Metode ceramah, merupakan cara menyampaikan materi ilmu pengetahuan kepada anak didik dilakukan secara lisan. Yang perlu diperhatikan, hendaknya ceramah mudah diterima, isinya mudah dipahami serta mampu menstimulasi pendengan (anak didik) umtuk melakukan hal-hal yang baik dan benar dari isi ceramah yang disampaikan.
 Metode pemahaman dan penalaran (al-ma’rifah wa al nazhariyah). Metode ini dilakukan dengan membangkitkan akal dan kemampuan berfikir anak didik secara logis. Metode ini adalah metode mendidik dengan membimbing anak didik untuk dapat memahami problem yang dihadapi denagn menemukan jalan keluar yang benar dari berbagai macam kesulitan dengan melatih anak didik menggunakan pikirannya dalam mendata dan menginventarisasi masalah, dengan cara memilah-milah, membuang mana yang salah, meluruskan yang bengkok dan mengambil yang benar.\
3. Menentukan Langkah-langkah Mengajar
Kerangka perencanaan dana implementasi pengajaran melibatkan urutan langkah-langkah yang sangat penting bagi para guru dalam mempersiapkan pelaksanaan rencana pengajaran. Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan terdapat langkah mengajar secara rinci, sebagian besar sesuai denagn indicator tujuan belajar. Langkah-langkah tersebut biasanya dituangkan dalam bentuk perencanaan mengajar. Proses penyusunan perencanaan pengajaran memerlukan pemikiran-pemikiran sistematis untuk memproyeksikan/memperkirakan mengenai apa yang akan dilakukan dalam waktu melaksanakan pengajaran. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan guru dalam merencanakan KBM adalah sebagai berikut:
a. Pengembangan Silabus
b. Pengembangan RPP
c. Pengembangan Indikator
d. Pengembangan Materi Pembelajaran
e. Pengembangan Bahan Ajar
Adapun secara sistematis rencana pembelajaran jika dalam bentuk satuan pelajaran adalah sebagai berikut:
a. Identitas mata pelajaran (nama pelajaran, kelas, semester, dan waktu atau banyaknya jam pertemuan yang dialokasikan).
b. Kompetensi dasar dan indicator yang hendak dicapai atau dijadikan tujuan dapat dikutip/diambil dari kurikulum dan hasil belajar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
c. Materi pokok (beserta uraiannya yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar).
d. Media (yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran).
e. Strategi pembelajaran/scenario/tahapan-tahapan proses belajar mengajar yaitu kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan oleh guru dan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi.
4. Menentukan Cara-cara Memotivasi Murid
Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan, terdapat satu cara memotivasi yang relevan dengan Indikator Tujuan Belajar dan bahan ajar yaitu hanya cara persaingan atau kompetisi yaitu guru berusaha mengadakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.



b. Merencanakan Pengorganisasian Bahan Pembelajaran
Bahan pembelajaran adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instructor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
Dengan bahan pembelajaran, memungkinkan peserta didik dapat mempelajari suatu kompetensi atau kompetensi dasar serta runut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu.
1. Berpedoman pada Bahan Pembelajaran yang Tercantum dalam Kurikulum
Sumber bahan pembelajaran merupakan informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu peserta didik dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tak terbatas dapat diartikan sebagai tempat atau lilngkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi yang dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku. Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan tercantum buku sumber bahan pengajaran yang tertera dalam kurikulum tetapi tanpa penjabaran.
2. Meyusun Bahan Pembelajaran sesuai dengan Taraf Berfikir Peserta Didik
Untuk mengkondusifkan iklim belajar, harus ditunjang oleh berbagai fasilitas yang menyenangkan seperti pengaturan lingkungan, penataan organisasi dan bahan pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kemempuan dan perkembangan taraf berfikir peserta didik. Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan, penyusunan bahan pembelajaran hanya dapat dipakai untuk melatih ingatan dan pemahaman murid.

c. Merencanakan Pengelolaan Kelas
Iklim belajar yang kondusif merupakan tulang punggung dan factor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran, sebaliknya iklim belajar yang kurang menyenangkan akan menimbulkan kejenuhan dan rasa bosan. Oleh karena itu, perencanaan pengelolaan kelas dan bahan pembelajaran secara tepat harus disesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan anak didik. Karena iklim belajar yang menyenangkan akan membangkitkan semangat dan menumbuhkan aktivitas serta kreatifitas peserta didik.
1. Mengatur Tempat Duduk sesuai dengan Strategi yang Digunakan
Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku peserta didik. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan hanya tercantum satu cara pengaturan tempat duduk yang sesuai dengan strategi yang digunakan.
2. Menentukan Alokasi Penggunaan Waktu Belajar Mengajar
Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan terdapat empat jenis rincian waktu yaitu waktu untuk pembukaan, waktu untuk kegiatan inti, waktu untuk kegiatan penutupan, dan waktu untuk penjelasan tugas-tugas. Waktu untuk kegiatan yang tercantum tesebut lengkap dan terinci.
3. Menentukan Cara Mengorganisasi Murid agar Terlibat Aktif dalam Kegiatan Belajar Mengajar
Mengembangkan organisasi kelas yang efektif, menarik, nyaman dan aman bagi perkembangan potensi seluruh peserta didik secara optimal. Menciptakan suasana kerja sama saling menghargai, baik antar peserta didik maupun antara peserta dengan guru dan pengelolaan pembelajaran lain. Hal ini mengandung implikasi bahwa setiap peserta didik memiliki kesempata yang seluas-luasnya untuk mengemukakan pandangannya tanpa ada rasa takut mendapatkan sangsi atau dipermalukan. Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan direncanakan sebagian besar siswa terlibat aktif dalam satu kegiatan.

d. Merencanakan Penggunaan Alat dan Media Pembelajaran
Agar menghasilkan tamatan yang mempunyai kemampuan utuh seperti yang diharapkan, diperlukan pengembangan pembelajaran kompetensi secara sistematis dan terpadu agar peserta didik dapat menguasai setiap kompetensi secara tuntas.
1. Menentukan Pengembangan Alat Pembelajaran
Alat pembelajaran akan menjadi lebih bermakna begi peserta didik maupun gurur apabila alat pembelajaran diorganisisr melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai alat pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan telah direncanakan penggunaan alat pembelajaran yang sesuai dengan indicator tujuan belajar.
2. Menentukan Media Pembelajaran
Media pembelajaran harus dipergunakan secara efektif sehingga melakukan kontak pada peserta didik secara capat dan tepat. Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan telah direncanakan pengguanaan satu macam media pembelajaran yang sesuai dengan indicator tujuan belajar.
3. Menentukan Sumber Pembelajaran
Sumber belajar (learning resource) juga banyak yang telah memanfaatkannya, namun pada umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan telah direncanakan penggunaan satu macam sumber pembelajaran yang sesuai dengan indicator tujuan belajar.

e. Merencanakan Penilaian Prestasi Siswa untuk Kepentingan Pembelajaran
Penilaian mensyaratkan adanya keterkaiatan langsung dengan aktivitas proses belajar mengajar. Demikian pula, proses belajar mengajar akan berjalan efektif apabila didukung dengan penilaian yang efektif oleh guru. Penilaian merupakan bagian integral dari proses belajar mengajar. Kegiatan penilaian harus dipahami sebagai kegiatan untuk mengefektifkan proses belajar mengajar agar sesuai dengan yang diharapkan.


1. Menentukan Bermacam-macam Bentuk dan Prosedur Penilaian
Penilaian merupakan pengukuran ketercapaian program pendidikan, perencanaan suatu program substansi pendidikan termasuk kurikulum dan pelaksanaannya, pengadaan dan peningkatan kemampuan guru, pengelolaan pendidikan, dan reformasi pendidikan secara keseluruhan. Implikasi dari diterapkannya standar kompetensi dalam proses penilaian yang dilakukan oleh guru, baik yang bersifat formatif maupun sumatif harus menggunakan acuan kriteria. Untuk itu, dalam menerapkan standar kompetensi guru harus:
a. Mengembangkan matriks kompetensi belajar yang menjamin pengalaman belajar yang terarah.
b. Mengembangkan pengalaman otentik berkelanjutan yang menjamin pencapaian dan pengusaan kompetensi.
Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan telah tercantum satu prosedur dan satu jenis penilaian yang sebagian sesuai dengan indikator tujuan belajar.
2. Menyusun Alat Penilaian Hasil Belajar
Penilaian harus digunakan sebagai proses untuk menentukan tingkat ketercapaian kompetensi dan sekaligus untuk mengukur efektifitas proses pembelajaran. Untuk itu, agar tujuan penilaian tercapai, guru harus menggunakan berbagai metode dan teknik penilaian yang beragam sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik pengalaman belajar yang dilaluinya. Dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan terdapat alat penilaian yang semuanya sesuai dengan indicator tujuan belajar serta di ungkapkan dengan bahasan yang jelas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar